Laura n Marsha

images

Laura n Marsha..film ttg persahabatan 2 cewe’ yg terobsesi pergi ke eropa, jadi kangen banget buat punya perjalanan sama sahabat2 lama yg dah punya kesibukan masing-masing.

Reflek, langsung SMS 1 orang sahabat satu2ny yang masih single, QQ namanya, kita sama2 suka sama tengkorak, butterfly (aga’ jomplank y tengkorak n kupu2..XD), sama2 suka black n purple things, musik rock, n sama2 suka Vino G Bastian..*_^.. Satu lagi! We r coffee holic!!. Bisa pusink kl kelamaan g ngupi..haha!!

Back 2 d title…dh lama bgt ngerencanain buat jalan2 bareng, tapi ga pernah terealisasikan. Terakhir kali jalan jauh bareng waktu baru lulus SMA, masih cupu, waktu itu kepala gw masih gundul..haha..extreme experience gw tuh! Buat bbrapa org mungkin hina ya…tapi buat gw jadi Ada cerita unik buat anak gw nantinya..;)

Ngalor-ngidul jadi out of d’ topic dh..gw sama QQ cuma tinggal bersebelahan, tapi barusan kita ngomongin n nonton film yang sama lewat kamar masing2, n bahas film itu via SMS, hehe…beberapa doa n resolusi terucap buat tahun 2014 nanti, harus nabung buat rencanain vacation kita nanti yang entah ke mana(syukur2 k eropa kaya c Laura n Marsha :p), n semoga QQ getting married soon as possible … Let’s say Amien..

Cindy

Sudah satu minggu sejak Cindy menghilang, pergi dari rumah tanpa ada yang melihatnya.

Malam itu Cindy membangunkanku, duduk di sampingku, menangis dan memelukku. “Kamu dari mana saja?”, tanyaku. Tetapi tidak ada suara, tidak ada cerita.

Cindy menghapus air matanya, memegang tanganku dan mengajakku ke suatu tempat. “Kita mau kemana Cindy?”. Tidak ada jawaban. Genggamannya terasa dingin.

Tidak lama kami sampai di suatu tempat yang gelap, lalu Cindy berhenti. Cindy melepaskan genggamannya, menatapku, dan tersenyum. Setelah itu Cindy memelukku erat. Tanpa kusadari pelukannya melemah, saat tersadar Cindy sudah menghilang. Aku tersentak melihat gundukan tanah merah dengan batu nisan bertuliskan nama Cindy.

• Diikutsertakan dalam #FF100Kata http://sindyisme.blogspot.com/2013/11/ff100kata.html?m=1
• Cerita ini hanya fiktif semata, jika ada kesamaan nama tokoh mohon di maafkan😉
• Tnx Ka @sinshaen buat projeknya.. :*

Kamu PKI!

Isu tentang gerakan kami telah terdengar. Pemerintah akan segera melancarkan aksinya.

Suara berderak terdengar saat aku tertidur di lantai, aku segera bangkit. Mereka mendobrak dan masuk ke dalam. pasukan berseragam menarik paksa keluar rumah. Beberapa di antara mereka berteriak, “Kamu PKI!!!”. Tapi aku tidak punya hak untuk membela diri.

Ratusan warga digiring dan dibariskan di pinggiran sungai. Bersimpu, dengan tangan terikat dan mata tertutup.

Hening…

“Dar!Dar!”

Suara tembakan terdengar, satu persatu tubuh kami jatuh ke sungai.

Aku, satu dari sekian nyawa yang beruntung. Peluru mereka hanya mengenai cuping telingaku. Aku hanyut terbawa arus sungai bersama darah dan tangisan bisu.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata http://sindyisme.blogspot.com/2013/11/ff100kata.html?m=1

Malamku

Malam ini hari pertamaku. Kostum merah ini akan kugunakan. Hari masih siang, lampu-lampu masih padam, hanya terlihat ruangan yang cukup besar.

Saatnya tiba… Dingin merayap tubuhku. Suara riuh terdengar dari balik ruangan. Aku melangkah keluar, berjalan ke arah panggung. Suara riuh semakin menggila. Aku mendekati tiang besi di pinggir panggung, meliuk-liuk di antara puluhan mata yang terbakar nafsu memandangku. Tidak menunggu waktu lama, tangan-tangan liar menjamah tubuhku, sekenanya, bahkan bagian vital sekalipun.

Puncak acara tiba. Aku harus menanggalkan kostum merah two piecesku, kulemparkan di antara mereka, dan seorang laki-laki beruntung menangkapnya, dan akan menghabiskan malam denganku.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata http://sindyisme.blogspot.com/2013/11/ff100kata.html?m=1

Lelaki Terindah

“Mata yang paling indah, hanya matamu..”. Lagu Titi DJ itu menggambarkan pandanganku ke kamu. Sejak pertama kamu telah mencuri hatiku. Bagi mereka kamu tidak sempurna. Kulitmu cenderung gelap dan kamu selalu menggunakan pakaian dengan warna yang telah memudar, terkadang berhias lubang dan sobekan di sembarang tempat. Mereka memandang remeh dari ujung rambut sampai ujung kakimu.

Tetapi untukku kamu berbeda, kulit gelapmu terlihat eksotis, sobekan di pakaianmu terlihat seperti benang emas, sempurna di mataku.

Sekarang semuanya berbalik. Mereka memuja dan mengharapkanmu. Tetapi, mereka hanya bisa iri padaku. Karena setiap pagi, hanya aku yang bisa melihat mata lelaki terindah yang telah kunikahi.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata http://sindyisme.blogspot.com/2013/11/ff100kata.html?m=1

Kagumku Hilang

Aku kagum pada lelaki itu, dia bekerja keras untuk menghidupi anak-anak jalanan, dan bahkan menyediakan ruangan khusus untuk mereka tinggal.

Kekagumanku membuatku terketuk untuk menyumbangkan sebagian penghasilanku untuk membantunya. “Don, nanti gue ke rumah lo ya? ada beberapa pakaian buat anak-anak, sama ya..sedikit uang jajan”. “Oke, seep, tar dateng ja Ndre”.

Siang itu aku mengunjungi rumah Doni. Rumah Doni terlihat lengang. Aku masuk ke rumah berusaha mencari mereka. Saat melewati salah satu kamar, aku terhenti melihat pemandangan menjijikan. Beberapa anak laki-laki dalam posisi menungging dibariskan di atas kasur dan Doni di belakang mereka tanpa menggunakan celana.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata http://sindyisme.blogspot.com/2013/11/ff100kata.html?m=1

Obsesi Kotor

Aku harus jadi artis, aku harus terkenal, aku akan gunakan segala cara untuk mencapainya.

Aku dikenalkan temanku dengan salah satu produser terkenal, dia membawaku ke Jakarta dan mengubah semua penampilanku dari ujung rambut sampai ujung kaki. “Besok malam kamu datang ke tempat ini”. Dia memberikanku selembar kertas berisikan alamat.

Malam ini saatnya, aku harus total, aku harus lakukan apa yang harus dilakukan.

Hotel “X” kamar nomor 13. Kuketuk pintu, seorang laki-laki hanya berbalut handuk putih membukanya. “Silahkan masuk..”. Tidak ada kamera, tidak ada crew, hanya ada aku dan dia. Obsesiku telah membawa tubuhku di atas kasur ini tanpa sehelai benangpun.

Diikutsertakan dalam #FF100Kata http://sindyisme.blogspot.com/2013/11/ff100kata.html?m=1